Saya juga berhak pakai jalan itu !!!

beberapa hari lalu saya melintas di jalan kebon jeruk raya untuk berkunjung ke rumah teman:mrgreen: tapi di tengah jalan tiba tiba saya dikejutkan karena adanya penutupan jalan karena dipakai untuk hajatan…dengan full musik organ tunggal tentunya. saya sangat kesal dengan hal tersebut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya ataupun informasi  tentang jalur alternatif  sehingga saya dan ribuan pengendara mobil dan motor lain harus putar balik sehingga membuat kemacetan panjang.

saya sangat menyayangkan masih ada orang orang egois yang mementingkan kepentingan kelompok dan diri sendiri sehingga sampai harus mengorbankan kepentingan ratusan ribuan orang lainnya…. padahal bisa saja kan hajatannya pindah ke lapangan kosong atau gedung pertemuan😦 . atau paling tidak sisakan 1 lajur ….jangan semua dipakai, apalagi jalan yang dipakai adalah jalan raya yang merupakan jalan utama di daerah tersebut.

apa ini cermin budaya feodalisme masih lekat dengan kehidupan kita sehari hari😈 mungkin dalam pikirannya ” saya orang penting,ini daerah saya, mau ngapain aja suka suka saya.”

padahal menurut  dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009 Pasal 128 tentang tata cara penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas, bahwa penggunaan jalan untuk kepentingan lain selain sebagai tempat berlalu lintas diperbolehkan, jika ada alternatif jalan yang masih dapat dilewati. artinya penyelenggara hajatan harus menyiapkan jalur alternatif yang dapat dilewati baik motor maupun mobil. lha ini malah seenaknya tutup jalan, tanpa pemberitahuan, jalur alternatif yang ada hanyalah gang sempit,gelap dan jelas tidak bisa dilewati mobil😈

akhir kata, bukannya saya tidak memiliki tenggang rasa atau toleransi, tapi tolong lihat keadaan dan kondisi….di kota seperti jakarta yang sangat padat ini acara hajatan di jalan seperti itu hanya akan membuat kemacetan panjang dan akhirnya anda akan disumpahi dan dicaci maki oleh pengguna jalan lain karena keeogisan anda.

ilustrasi

14 responses to this post.

  1. Posted by Dismas on March 7, 2011 at 6:19 am

    Pertamax…

    Yah memang ironis… Katanya kita bangsa yang menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, adat istiadat, saling menghargai satu sama lain… Ningo “EGOIS”

    Kalau dihitung, udah berapa liter premium atau pertamax ya yang kebuang sia – sia… hehehe😀

    Reply

  2. Posted by si oom as varioputiih on March 7, 2011 at 6:38 am

    biar tuhan yang membalas🙂

    Reply

  3. Selow selow haha , saya juga kesel sama kaya gitu :devil:

    Reply

  4. Posted by bodats on March 7, 2011 at 2:34 pm

    masih ada aja yang begitu…

    Reply

  5. dilema bro…katanya ni kan hajatan seumur hidup sekali…mo sewa gedung tanggung…akhirnya depan rumah dech…cuma itu lho A R O G A N

    Reply

  6. apakah tidak ada pamong praja yang mengatur jalur alternatif selama hajatan berlangsung? kalau iya berarti benar2 terlalu

    Reply

  7. Namanya juga dikampung masyarakatnya udah terbiasa saling mengerti, apalagi untuk hajatan semua pasti maklum. Nah… orang luar yang mau lewat jadi terganggu, tapi biasanya disuruh lewat jalan alternatif.

    Salam !

    Reply

  8. Yang ngaspal jalan ngkonge

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: