Gender identity disorder, kasus umar dan Friska

 

 

 

 

 

 

 

 

Pagi pagi baca kompas ada berita yang cukup membuat saya geleng geleng kepala, seorang pria bernama muhammad umar menikahi seorang gadis yang bernama friska anastasya yang ternyata diketahui bernama asli rahmat sulistyo😆

Sang suami yang mengenal istrinya melalui jejaring sosial facebook ini awalnya tidak menyangka friska (rahmat) adalah laki laki karena KTP,KK,akta kelahiran sang istri ini sangat menyakinkan ( jelas aja meyakinkan, ternyata palsu :mrgreen:)

Kecurigaan sang suami bermula dari urusan ranjang, karena sang istri hanya ingin melakukannya di kamar yang gelap gulita dan disodomi alias anal alias main belakang😆

well, karena beritanya panjang, baca langsung aja di sumbernya disini

menurut pandangan saya, friska menderita gangguan psikologis yang disebut Gender identity disorder ( GID)

GID adalah gangguan kejiwaan yang terjadi karena adanya konflik dalam diri antara identitas gender mereka dan identitas gender sesungguhnya, antara lain seperti pria yang merasa dirinya wanita dan sebaliknya.

Gangguan ini dapat bermula ketika masih pada masa kanak-kanak. Anak-anak dengan gangguan ini menemukan bahwa anatomi gender mereka merupakan sumber distress yang terus menerus dan intensif. Diagnosis ini diterapkan pada anak-anak yang secara kuat menolak sifat anatomi mereka

ciri ciri anak yang menderita GID:

-anak laki-laki yang menolak testis mereka dan secara langsung berkata testis mereka itu menjijikkan dan mereka ingin menjadi perempuan saja

-terus menerus berkata bahwa mereka adalah wanita/pria yang berlawanan dengan jenis kelamin mereka

-suka mengenakan baju baju yang berlawanan dengan jenis kelaminnya

 

penyebab dari kelainan ini bisa bermacam macam, tapi dari yang saya baca di koran, penyebab utama dalam kasus friska adalah

friska  menilai Umar sebagai sosok pemberi kedamaian yang selama ini tidak pernah dia dapatkan dari orangtua dan sanak keluarga.

dari pengakuan friska diatas maka saya berpendapat bahwa kurangnya kasih sayang semasa bayi hingga remaja adalah penyebab utama nya, friska sewaktu kecil kemungkinan tidak mendapat afeksi yang cukup dari sosok ayah sehingga melampiaskannya dengan mencari cinta dan kasih sayang dari pria pria😆 tetapi semua hanya pendapat saja karena informasi yang didapat dari berita itu juga sedikit:mrgreen:

 

 

8 responses to this post.

  1. Hua ha ha makin kacau saja …
    Aku jadi bingung malah …

    Reply

  2. waduuh kacau ni idup

    Reply

  3. wah wah edan tenan

    Reply

  4. waduh.kemaren ada kasus cewe vs cewe .lha ini cowo vs cowo.
    gemblung tenan

    Reply

  5. Tapi kasus cewe dengan cewe, sudah dioperasi kelamin. Ehya, masalah itu malahan menjadi urusan pengadilan juga. Karena keluarga salah satu pasangan gak menerima. Sementara si cewenya sudah jatuh cintrong. Walah … geleng geleng kepala

    Reply

  6. hmmm…berarti ini termasuk gangguan kejiwaan juga yak?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: