Listening skill for counseling and interview

Sebagai calon sarjana psikologi, penting bagi saya untuk dapat memberikan konseling dan melakukan wawancara dengan baik karena sebagai bekal untuk melangkah ke dunia kerja nantinya😆 ( itupun kalau tidak banting setir jadi pengusaha nantinya :oops:)

Banyak orang tidak menyadari bahwa mendengarkan orang lain bercerita panjang lebar adalah hal yang sangat sulit dan melelahkan, mungkin anda orang yang senang mendengarkan curhatan teman anda, tapi tahankah anda jika anda harus mendengarkan cerita orang lain berjam jam lamanya ? apalagi  biasanya orang yang datang untuk konseling sudah dalam taraf depresi den stress, yang berarti ceritanya seputar kesedihan dan penderitaan tanpa batas😆 nah untuk mendengarkan cerita macam  itulah kami para psikolog dibayar😆

Lalu apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi konselor dan pewawancara yang baik ?mari kita bahas satu persatu menurut pendapat pribadi saya:mrgreen:

1. Mendengarkan  : tidak banyak orang yang suka mendengarkan, rata rata manusia lebih suka didengar daripada mendengar😆 tapi beruntunglah saya karena sisi introvert dalam diri saya lebih besar dibanding sisi extrovers saya karena saya tidak suka berbicara banyak:mrgreen: dan cenderung pendiam walaupun kadang kadang juga “rusuh”😆

2. Persiapan : buatlah lawan bicara anda tahu bahwa anda siap untuk mendengarkan, tutup pintu, merapikan meja, matikan handphone,persiapkan posisi yang menurut anda nyaman, atur jarak dengan lawan bicara anda. dengan begitu anda sudah siap mendengarkan cerita lawan bicara dengan baik tanpa gangguan apapun .

3. Non verbal behaviour. Buatlah kontak mata selama percakapan dan pastikan lawan bicara anda bisa merasakan kehadiran anda“here and now” jangan sampai lawan bicara anda merasa anda tidak memperhatikan isi pembicaraan karena itu akan terlihat dari perilaku anda😆

4. non judgmental attitude. terlepas dari anda merasa diri sebagai orang suci atau orang sok suci, janganlah menghakimi seseorang apapun ceritanya. Ingatlah bahwa dia bercerita pada anda untuk membuat dirinya merasa lebih nyaman dan andalah yang mendapat kehormatan untuk mendengarkan cerita yang biasanya sangat pribadi tersebut.

5.Fokus. Cobalah untuk mendengarkan setiap kalimat dari lawan bicara anda dan jangan sekali kali membiarkan pikiran anda terbang kemana mana. ulangi beberapa kata yang telah diucapkan lawan bicara anda  bisa sangat membantu seperti contoh :  “saya merasa tidak ada seorangpun yang perhatian pada saya” anda bisa menjawab  “anda merasa tidak ada seorangpun yang perhatian pada anda?”  hal kecil seperti ini bisa menjaga fokus anda tidak kemana mana:mrgreen:

6. jangan memotong pembicaraan. sama seperti anda, saya juga terkadang sangat ingin mengomentari cerita lawan bicara saya, tetapi tahanlah keinginan tersebut paling tidak sampai lawan bicara anda telah menyelesaikan ceritanya secara utuh. jika anda menginterupsi di tengah jalan, ada kemungkinan konsentrasinya buyar dan ceritanya bisa tidak utuh lagi

7. Simpulkan di akhir pembicaraan, simpulkan secara singkat apa intisari dari cerita tersebut dan berilah tanggapan tanpa menyinggung perasaan lawan bicara anda tersebut, jadilah orang yang netral dan tidak menghakimi sekalipun mungkin ceritanya berlawanan dengan prinsip hidup anda.

5 responses to this post.

  1. kalo ada orang yang curhat ma aq malah bisa dijadikan inspirasi buat bahan artikel atopun cerpen😀.

    Reply

  2. wah, nice info bos! Karena kadan2 kita lupa untuk mendengarkan orang lain dan selalu sibuk dg diri sendiri

    Reply

  3. Terimakasih sudah berbagi pengetahuan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: