Malingering…. Pas diminta pertanggungjawaban tiba tiba sakit

Wah akhirnya bisa nulis artikel psikologi lagi😆, sebenarnya tulisan ini juga sudah lama ingin dipublish, inspirasinya datang waktu Anggota partai demokrat soetan bathoegana ngakunya ketemu muhammad nazarudin, sang buronan interpol yang kabur ke luar negeri dan mengaku sakit keras hingga berat badannya turun 18 kg😆 juga dari nunun nurbaeti yang mengaku hilang ingatan alias amnesia alias belaga pilon waktu dimintai pertanggung jawaban atas kasus hukum yang membelitnya :mrgeen:

Sebenarnya masih banyak (banget) kasus kasus demikian di republik tercinta ini, terutama dari kalangan yang mengaku terhormat:mrgreen: yaitu berpura pura sakit ketika dimintai tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan yang dalam bahasa psikologis disebut malingering

dalam sistim hukum dunia modern seperti eropa dan amerika, para penegak hukum bekerja sama dengan dokter dan psikolog untuk menentukan apakah sakit yang diderita merupakan sakit yang dibuat buat atau tidak dan jangan harap dokter dokter ini bisa disogok untuk mengeluarkan surat pernyataan sakit:mrgreen: meskipun harus didatangkan diatas ranjang rumah sakit tetap proses pengadilan harus berjalan, seperti kejadian yang menimpa mantan presiden mesir hosni mubarak:mrgreen:

Lalu apakah malingering itu ? definisinya simpel kok yaitu orang yang berpura-pura sakit atau melebih lebihkan gejala yang terjadi pada tubuhnya baik secara fisik maupun secara psikologis dan dilakukan atas dorongan dari luar seperti menghindari wajib militer, bolos kerja, mendapatkan keuntungan finansial, menghindar dari tanggung jawab bahkan bisa dilakukan untuk mendapatkan obat obat tertentu ( di amerika gak bakalan bisa beli obat keras tanpa resep :mrgreen:)

Disadur dari DSM IV-TR

The essential feature of Malingering is the intentional production of false or grossly exaggerated physical or psychological symptoms, motivated by external incentives such as avoiding military duty, avoiding work, obtaining financial compensation, evading criminal prosecution, or obtaining drugs.

Cocok sekali kan dengan kelakuan para anggota dewan yang terhormat waktu ingin dihadapkan didepan meja hijau:mrgreen:

Lalu bagaimana mendeteksinya ? dibutuhkan peran psikiater dan dokter yang memiliki integritas tinggi dan tidak mudah tergoda oleh gepokan uang:mrgreen:

9 responses to this post.

  1. dihipnotis aja oom, pake jasanya Uya Kuya wkwkwk

    Reply

  2. Posted by TDF on August 14, 2011 at 6:49 am

    mestinya kalo kabur keluar negeri di daftarin di buronan interpol terus kalo susah di tangkep kewarganegaraannya dicabut aja biar seumur2 gak balik lagi (harta yang disni disita)
    http://tafri22.wordpress.com/2011/08/14/lihat-sni-1811-2007-sni-helm-pun-bisa-luntur/

    Reply

  3. Posted by Dismas on August 14, 2011 at 10:08 am

    ^
    disita… bagikan ke “yang membutuhkan…”

    Reply

  4. wewwwww,….

    Reply

  5. edan, koplak, bosok

    Reply

  6. udah tradisi…susaaaahhhh…!!!👿

    Reply

  7. Posted by warung DOHC on August 15, 2011 at 4:53 pm

    emang anggota dewan terhormat yachh? :mrgreen:

    Reply

  8. sudah menjadi lagu lama di negeri bernama endonesia ini brow

    Reply

  9. mbuhlah…musmet mkir gituan:mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: