Jadilah atasan yang mampu meng(Atas)i bawahan

Kali ini mau share tentang dunia HRD ah😛 bosen juga ya tiap bahas dunia psikologi selalu berkutat di ranah psikologi abnormal atau penyakit yang aneh aneh😆

Bagi para pembaca blog ini yang juga kebetulan pekerja kantor, mungkin mayoritas dari kalian berpikir bahwa kantor itu ibarat hutan lebat yang didalamnya terdapat banyak binatang buas dan satu satunya jalan yang aman adalah menjelajahinya dengan kendaraan 4×4 alias jeep😳 loh kok OOT…pokoknya begitulah:mrgreen: dan intinya adalah prinsip yang berlaku di kantor adalah the weak will fall the strong remain seperti lagunya scorpion😆 nah bagaimana agar anda bisa menjadi orang yang “the strong” tersebut ? anda harus berlaku bak seorang pemburu yang tahu kapan harus bergerak , kapan harus diam dan harus tahu bagaimana cara “menjinakkan” hewan buas tersebut tanpa harus menembaknya😆 xixixixi

Posisi supervisor dan diatasnya memang rumit, disatu sisi anda harus memotivasi bawahan anda agar mencapai target, tapi di sisi lain juga posisi anda selalu ditekan oleh manager😆 jadi serba salah dan pastinya stress. Sama seperti pawang binatang di kebun binatang, seorang pawang tidak akan asal memberi perintah pada seekor singa, tapi pelan pelan dia akan mencoba mengerti karakter singa tersebut lalu melatih dan memberi perintah saat mood singa tersebut sedang baik atau sang pawang akan mati dimakan sang singa:mrgreen:

Untuk menjadi orang yang mampu memimpin sebuah tim selain dibutuhkan jiwa kepemimpinan juga dibutuhkan kepekaan dan empati:mrgreen: empati dan kepekaan bukanlah bakat sejak lahir, melainkan bisa diasah dan dilatih. caranya adalah dengan rajin mengamati tingkah laku,raut wajah dan kata kata yang dipakai oleh bawahan anda😆 semakin anda sering mengamati, maka semakin terasah pula kemampuan empati anda sehingga anda bisa memerintah ataupun mendelegasikan tugas disaat yang tepat:mrgreen:

berikut ini tipe tipe karyawan yang umum ada di sebuah kantor dan biasanya butuh trik khusus untuk menjinakkannya:mrgreen:

1. Tipe cari muka

Karyawan dengan tipe ini biasanya antusias dan rajin dalam bekerja, dan dorongan untuk berprestasi dari dalam dirinya sangat besar sehingga biasanya karyawan tipe ini akan terlihat menonjol, sayangnya orang orang seperti ini cenderung menggunakan segala cara agar bisa menonjol sendirian😈 bahkan tidak segan segan menghasut rekan kerjanya atau memperalat orang lain hanya agar dirinya mendapat penghargaan pribadi😆

Yang harus dilakukan terhadap karyawan seperti ini adalah jangan membiarkannya bekerja dalam tim, berilah pekerjaan yang sebisa mungkin tidak harus melibatkan staff ataupun divisi lain. atau jika harus atau terpaksa mempekerjakan dia dalam tim, berilah dia jabatan sebagai pemimpin tapi tetap paksa dia untuk mengikuti aturan yang ada

2. Tukang mengeluh

Karyawan tipe ini biasanya sering terlihat sedang ngobrol di jam kerja , dan biasanya obrolannya hanya berkutat tentang pekerjaan yang sudah ia lakukan tapi tidak mendapat penghargaan semestinya,ataupun pekerjaan yang dirasa terlalu berat, ia akan terus komplain tentang hal hal kecil hanya untuk mencari perhatian

Yang sebaiknya dilakukan dengan karyawan seperti ini adalah komunikasi, berikan dia kesempatan mengutarakan pendapat dan mendiskusikan masalahnya, mintalah pada orang ini bagaimana seharusnya suatu hal dilakukan dan dampaknya bila hal itu tidak dilakukan tapi tetap minta laporan sesuai prosedur yang ada. ingatlah bahwa tipe karyawan seperti ini cenderung “menular” ia bisa membuat karyawan lain ikut ikutan mengeluh yang pada akhirnya akan membuat suasana kerja tidak kondusif

3.  Gengster

Para gengster biasanya terlihat bergerombol setiap saat, saat makan siang, sarapan sampai nongkrong selalu terlihat bersama dan biasanya para anggotanya akan satu suara dengan pikiran pemimpinnya baik itu hal positif ataupun negatif tentang perusahaan

Sebaiknya dengan karyawan tipe ini anda tidak melibatkan diri terlalu dekat namun juga jangan menjaga jarak, coba cari siapa pemimpin dalam kelompok tersebut dan gali apa tujuan ia membentuk kelompok ini, sangat berbahaya jika ia bisa menjadi “provokator”, lebih lebih saat ia tidak menyetujui kebijakan perusahaan yang dikhawatirkan dia akan langsung mempengaruhi rekan rekan lain

4. Si pemalu

Karyawan seperti ini mudah saja anda jumpai, biasanya selalu sendirian, jarang mengungkapkan pendapat atau kurang mahir mengungkapkan pemikirannya dan cenderung pendiam

Jika anda melihat bawahan seperti ini, cobalah mengambil inisiatif untuk memulai pendekatan, bicarakan di ruangan yang bersifat pribadi, tanyakan apa ada hal hal yang ingin disampaikan mengenai perusahaan dan untuk menghadapi karyawan tipe ini anda harus pandai mendengarkan, tanyakan apakah ada kesulitan dan tunjukkan bahwa anda tidak segan segan membantunya. dan jika memungkinkan, berilah tugas yang mengharuskan dia berdiskusi dan bekerja sama dengan karyawan dari divisi lain

5. Karyawan yang (merasa) paling penting

Tipe karyawan ini biasanya terlihat paling heboh baik dari perkataan maupun tingkah laku yang dilebih lebihkan alias lebay, orang ini cenderung cerewet, banyak omong agar dapat terlihat penting di mata atasan dengan meninggikan dirinya sendiri dan merendahkan orang lain

Untuk karyawan seperti ini cobalah untuk memberikan pekerjaan yang sebisa mungkin bisa diselesaikan sendiri dan jika anda ingin mendengarkan ceritanya, banyaklah bertanya agar anda juga tahu situasi terkini yang terjadi diantara karyawan anda, karena tipe karyawan seperti ini biasanya menyimpan banyak informasi tapi cenderung ember😆

6. Si cengeng

Adalah hal yang menyebalkan ketika anda harus mengoreksi pekerjaan seseorang, tapi orang tersebut bukannya instropeksi diri tetapi malah merajuk dan ngedumel😈 malah bisa sedih dan nangis😳

Untuk karyawan seperti ini, hati yang sensitif diperlukan😳 pilihlah kata kata yang tidak menghakimi dan atur intonasi anda, cobalah gunakan kata kata ” sepertinya lebih baik kalau kamu….” biasanya dia begitu karena kurangnya rasa percaya diri, cobalah baca kembali CV dia dan tanya prestasi apa yang telah diraih sebelumnya agar dia bisa memiliki kepercayaan diri, dan yang penting adalah jangan membicarakan kesalahannya di meeting atau di forum terbuka karena hal itu hanya akan membuat kepercayaan dirinya semakin hilang

10 responses to this post.

  1. jossssssssssssssssssssssssssssssssssss

    Reply

  2. welwh, bidang saya ntar klo dah lulus:mrgreen:

    sbenernya masih bingung sih mau ngambil psikologi industri ato yg mana

    Reply

  3. Posted by lekardhi on May 27, 2012 at 6:40 am

    Wah sangat membantu mas thx,
    Yang paling sulit itu ketika kita orang muda lulusan d3 atau s1 yang baru diangkat langsung disuruh membawahi pekerja lulusan STM namun sudah berpuluh-puluh tahun berkutat disitu. hehe

    Reply

  4. Posted by ct on August 12, 2012 at 5:23 pm

    bagaimana mengatasi karyawan (bawahan) yang iri terhadap atasan? bawahan seumuran dengan atasan.

    Reply

  5. Posted by amos nababan on May 4, 2013 at 8:10 pm

    bawahan HRD itu apa yaa ?

    Reply

  6. Posted by budi on October 25, 2013 at 4:18 pm

    karyawan provokator. gak usah pusing. PECAAAT. masih banyak yang lain

    Reply

  7. Posted by ki demang kiyer kiyer on May 12, 2014 at 12:06 pm

    Ijin share pak…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: